
MyDomisil.Com - Sepasang lansia di Kota Wenling, Provinsi Zhejiang, Cina "berhasil" menolak penggusuran atas tempat tinggal mereka, ketika pemerintah setempat membangun jalan raya di wilayah tempat tinggal mereka. Kini rumah pasangan tersebut berdiri tegak di tengah-tengah jalan raya. seperti yang ditulis di www.dailymail.co.uk. Luo Baogen berdiri di depan tempat tinggalnya, menunjukan sertifikat atas kepemilikan tanah yang ia tempati bersama istrinya.
Luo Baogen dan istrinya kini tinggal sendiri di apartemen tua yang gagal dirobohkan untuk proyek jalan raya. Menurut Luo, ganti rugi yang diberikan pemerintah untuk penggusuran tempat tinggal mereka sangat kecil.
Pemerintah kota Wenling, Provinsi Zhejiang, Cina tak mau kalah menerima penolakan dari Luo dan istrinya. Maka pemerintah meminta kontraktor proyek jalan raya membuat jalan raya mengelilingi apartemen Luo. Jalan raya tersebut belum diresmikan untuk umum, sehingga saat ini Luo Baogen dan istrinya masih dapat menikmati kesunyian.
Namun jika
jalan raya telah dibuka, maka setiap
hari pasangan ini akan mendengar
kebisingan jalan raya dari dalam
kamar mereka. Pada zaman pemerintahan Komunis,
kepemilikan properti oleh perseorangan
memang
dilarang. Namun dengan
peraturan baru, kini pemerintah bahkan
tak bisa begitu saja menggusur
tempat
tinggal warga jika memang warga menolak.
Source

Beranda


0 komentar:
Posting Komentar