Sebagai negara tempat lahirnya Rasulullah SAW, Arab Saudi memang memiliki banyak tempat bersejarah. Ada banyak lokasi yang menjadi saksi turunnya mukjizat Sang Rasul. Untuk mengenang, kini banyak dibuat masjid tepat di lokasi munculnya mukjizat Rasul. Namanya pun diberikan sama dengan kejadian pada waktu itu.
Penasaran masjid apa saja ini? Dikumpulkan detikTravel, Kamis (25/10/2012) berikut adalah 5 masjid yang menjadi saksi munculnya mukjizat Rasulullah:
1. Masjid Al Ijabah, Madinah
Masjid pertama yang menyimpan
sejarah kehidupan Rasulullah adalah
Masjid Al Ijabah. Masjid ini berada di
Jalan Malik Fadh, Madinah, tepatnya
sekitar 385 meter dari Pemakaman
Baqi. Jika dilihat dari luar, mungkin masjid ini tampak biasa saja, tidak ada yang
spesial dari bangunannya. Tapi jika
ditelusuri, ternyata keistimewaan itu muncul di balik namanya.
Ijabah berarti dikabulkan. Ya, masjid yang memiliki luas 1.000 m2 ini diberi nama Al Ijabah karena dulu Rasulullah pernah berdoa di sana dan dikabulkan oleh Allah SWT saat itu juga. Ada tiga doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad, pertama Nabi SAW memohon agar Allah tidak membinasakan umat Muhammad dengan kekeringan dan kelaparan. Doa ini langsung dijawab dan dikabulkan oleh Allah. Kemudian, Rasul pun kembali berdoa. Di doa keduanya, Rasul memohon agar Allah tidak membinasakan umat Muhammad dengan menenggelamkan. Doa ini juga dikabulkan Allah.
Setelah doa kedua dijawab Allah, Rasul pun kembali berdoa. Di doa yang ketiga, Rasul memohon kepada Allah agar di kalangan umatnya tidak ada fitnah dan perbedaan. Sayangnya, tidak seperti doa pertama dan kedua yang langsung dikabulkan, doa ketiga ini ditunda oleh Allah SWT. Inilah sejarah di balik penamaan masjid.
2. Masjid Qiblatain, Madinah
Jangan kaget begitu lihat ada dua
mimbar imam salat saat berada di
Masjid Qiblatain. Anda tidak salah lihat,
masjid yang berada di Jalan Khalid bin
Al Walid, Madinah memang terkenal
dengan dua arah kibat.
Dulu, sebelum menghadap Kabah,
kiblat umat Islam menghadap Baitul
Maqdis di Yerussalem. Kemudian, di
masjid inilah untuk pertama kalinya
arah kiblat diputar menjadi ke arah
Kabah.
Saat itu diceritarakan Rasulullah SAW sedang salat berjamaah dengan para sahabat. Kemudian turunlah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk memutar arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Kabah di Makkah. Mendengar perintah itu, Rasulullah pun langsung memutar arah kiblat. Untuk mengenang perubahan arah kiblat, maka masjid ini pun diberi nama dengan Masjid Qiblatain. Bukan cuma itu, untuk lebih mengenang dan seolah membawa peziarah yang datang serasa berada di zaman Rasul, mimbar imam ketika salat menghadap Baitul Maqdis masih ada di sana.
Tidak percaya? Datang saja langsung dan lihat sendiri. Mimbar imam yang pertama masih berupa pasir dan tidak ada sajadahnya. Sebaliknya, mimbar yang sekarang dan menghadap Kabah telah memiliki mimbar khusus lengkap dengan sajadah. Saat ini, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan para jamaah haji atau pun umrah, terutama saat berada di Madinah. Mereka ingin melihat sendiri bagaimana bentuk saksi bisu perubahan arah kiblat.
3. Masjid Al Jin, Makkah
Dari Madinah, kini kita berpindah ke
Makkah. Mungkin Anda sedikit
bertanya-tanya, kenapa masjid ini
diberi nama Al Jin? Apakah masjid ini
tempat para jin salat? Ternyata bukan,
masjid ini adalah saksi bisu ketika jin
kafir memutuskan hijrah dan memeluk
agama Islam.
Kisah di balik penamaan masjid ini pun begitu terkenal di kalangan peziarah. Jadi, ketika itu diceritakan Rasulullah sedang melafazkan Al Quran di dalam masjid. Mendengar suara Rasul yang begitu merdu, para jin pun mendekati Rasulullah. Mereka pun menyatakan diri masuk Islam langsung di hadapan Rasulullah. Inilah asal usul mengapa diberi nama Masjid Al Jin. Tidak seseram namanya yang mengambil kata Jin, Masjid Al Jin atau yang juga biasa disebut Masjid Bai'at justru memberikan kesejukan bagi setiap peziarah yang datang untuk salat. Warna abu-abu yang mendominasi bangunan menambah kesejukan bagi setiap peziarah.
4. Masjid Pohon, Makkah
Masjid keempat yang sayang
dilewatkan saat berada di Makkah
adalah Masjid Pohon atau Syajaroh.
Sama dengan Masjid Al Jin, Masjid
Pohon juga sangat terkenal karena
sejarahnya.
Sejarah Islam mengatakan dulu
Rasulullah SAW pernah berhadapan
langsung dengan para jin kafir di
masjid ini. Kala itu, para jin memang
sengaja datang untuk bertemu Rasul,
mereka mempertanyakan dan
meminta bukti atas kerasulan
Rasulullah SAW.
Sebagai pembuktian, Rasul pun memanggil sebuah pohon yang berada tak jauh dari masjid untuk datang menghampiri mereka. Atas izin Allah, pohon yang dipanggil Rasul pun tercabut dari tanah dan datang menghampiri Rasul. Selesai membuktikan salah satu tanda kerasulan, Nabi SAW memerintahkan pohon kembali ke tempat asalnya. Lalu bagaimana dengan jin? Mereka mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW dan memeluk Islam. Saat ini, Masjid Syajaroh yang berada tepat di depan Masjid Al Jin menjadi destinasi wisata religi bagi umat Islam. Selain cerita yang melatarbelakangi penamaan masjid, Masjid Pohon juga dikunjungi untuk mengagumi mukjizat Nabi Muhammad SAW.
5. Masjid Ja'ronah, Makkah
Satu lagi masjid yang menjadi saksi
bisu mukjizat Rasulullah SAW, yaitu
Masjid Ja'ronah. Masjid ini adalah salah
satu lokasi para jamaah haji atau
umrah mengambil miqat. Miqat adalah
titik awal para jamaah berniat haji
atau umrah.
Sebelum menjadi masjid, tempat ini
hanya sebuah perkampungan yang
bernama Wadi Saraf yang sepi. Tidak
ada apa pun selain sebuah sumur.
Tempat ini juga beberapa kali dijadikan lokasi miqat oleh Rasul. Untuk menandai, maka dibuatlah sebuah masjid. Lagi-lagi jika dilihat dari luar, tidak ada yang istimewa dari masjid ini. Semua tampak normal dan biasa saja, tapi cobalah bertanya pada pemandu wisata umrah atau haji Anda, sebuah cerita menarik tersimpan di sana.
Ternyata, di balik dinding kokoh masjid, tersembunyi kisah tentang sumur yang airnya bisa menyembuhkan penyakit. Menengok sejarah, Ja'ronah ternyata menjadi persinggahan Rasulullah SAW dan rombongan setelah perjalanan jauh. Suatu ketika, Ja'ronah dikunjungi Rasul bersama pejuang Islam lain setelah Perang Hunain. Karena persediaan air habis dan di sana tidak terdapat sumur, Rasul memukul tongkatnya lalu keluarlah air. Kemudian menyebarlah cerita tentang keberadaan sumur yang berasal dari ketukan tongkat Rasul. Berbekal niat jahat dan ingin membunuh Rasul, mereka pun menebar racun di dalam sumur tersebut.
Atas petunjuk Allah, Rasul pun
mengetahui niat jahat kaum musyirikin
itu. Kemudian, dengan mukjizat, Rasul
pun meludahi sumur tersebut. Seketika
air sumur yang tadinya beracun
menjadi tawar. Bahkan, sumur ini bisa
untuk menyembuhkan penyakit kulit. Sayangnya, saat ini sumur bersejarah
ini telah ditutup oleh Pemerintah Arab
Saudi untuk mencegah syirik atau
perbuatan menyekutukan Allah. Meski
begitu, Anda tetap merasakan
kehadiran Rasulullah ketika berada di
Masjid Ja'ronah. Lihat juga : Keunikan "Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi" di Tuban
Source

Beranda


0 komentar:
Posting Komentar